Makanan Khas Aceh

Aceh adalah sebuah provinsi di Indonesia yang beribukota Banda Aceh.

Aceh juga merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang diberi status sebagai daerah istimewa dan juga diberi kewenangan otonomi khusus.

Selain itu, kota ini juga penuh akan kekayaannya, baik itu kekayaan pengetahuan, budaya dan seni, serta agama yang selalu di junjung tinggi.

Aceh sangat dikenal dari sejarahnya yang panjang, mulai dari sejarah kerajaan, sejarah penjajahan dan sejarah modern.

Aceh terletak di ujung utara pulau Sumatera dan merupakan provinsi paling barat di Indonesia.

Aceh memiliki sumber daya alam yang melimpah, termasuk minyak bumi dan gas alam. Sejumlah analis memperkirakan cadangan gas alam Aceh adalah yang terbesar di dunia.

Wilayah yang terkenal dengan sebutan serambi Makkah ini, pada kenyataan nya menyimpan banyak pesona alam yang begitu memanjakan mata.

Salah satu pesona alam yang indah di Aceh adalah pantainya yang indah dan gugusan pulau weh.

Pulau weh sendiri adalah pulau terujung milik Indonesia. Selain menyajikan pesona alam yang indah, Aceh juga menyimpan beragam macam sajian makanan khas Aceh yang lezat dan terkenal loh.

Lalu, apa saja makanan khas Aceh yang dimaksud?

Tenang saja, kali ini kita akan memberikan kamu informasi makanan khas Aceh yang terkenal dan pastinya lezat.

Tanpa berbasa-basi lagi, berikut adalah daftar makanan khas Aceh yang terkenal dan lezat untuk kamu.

1. Kuah Pliek U

macam-macam makanan dari aceh

Kuah Pliek U adalah makanan tradisional sejenis masakan bersantan yang khas dari daerah Aceh.

Makanan satu ini sekilas hampir mirip dengan Gulai hanya saja isinya berupa sayuran dan kuahnya terbuat dari bumbu-bumbu rempah pilihan.

Kuah Pliek U merupakan salah satu makanan tradisional yang cukup terkenal di daerah Aceh, khususnya di daerah pesisir timur Aceh. Selain dikonsumsi sehari-hari, Kuah Pliek U juga sering disajikan pada acara-acara tertentu dan menjadi salah satu menu special yang digemari oleh warga di sana.

Konon Kuah Pliek U sudah menjadi makanan favorit masyarakat Aceh sejak jaman dahulu.

Nama Kuah Pliek U diambil dari salah satu bumbu dasar dalam membuat makanan ini yaitu “ Pliek U” atau yang lebih dikenal dengan Patarana.

Pliek u sendiri merupakan sisa kelapa yang minyaknya sudah diperas.

Di masyarakat pedesaan Aceh, minyak kelapa ini biasanya dijadikan minyak goreng yang disebut dengan “ Minyeuk Reutik ”. Sedangkan sisa atau ampasnya dijemur dan dijadikan pliek u. Pliek u ini kemudian gunakan masyarakat sebagai bumbu dasar dari Kuah Pliek U.

Salah satu keunikan dari makanan ini adalah penggunaan pliek u pada bumbunya. Penggunaan pliek u ini akan memberikan aroma yang sedap serta memberikan cita rasa yang khas pada kuahnya.

2. Mie Aceh

makanan & oleh-oleh khas aceh

Mie Aceh adalah masakan mie pedas khas Aceh yang selanjutnya. Mie kuning tebal dengan irisan daging sapi, daging kambing atau makanan laut (udang dan cumi) disajikan dalam sup sejenis kari yang gurih dan pedas.

Mie Aceh tersedia dalam dua jenis, Mie Aceh Goreng (digoreng dan kering) dan Mie Aceh Kuah (sup). Biasanya ditaburi bawang goreng dan disajikan bersama emping , potongan bawang merah, mentimun, dan jeruk nipis.

Bagi kamu yang belum tahu, Mie Aceh ini merupakan salah satu kuliner yang memiliki banyak penggemar.

Maka dari itu, sudah banyak pedagang-pedagang dari Aceh yang merantau ke daerah lain untuk berjualan kuliner yang satu ini.

3. Gulee Sie Kameng

makanan & oleh-oleh khas aceh

Gulee sie kameng atau yang dalam bahasa Indonesia, artinya “Gulai Daging Kambing”.

Tidak jauh berbeda dengan Kuah Pliek U tadi, Gulee Sie Kameng ini sering dijumpai di hari besar keagamaan dan perayaan acara tradisional, walaupun sekarang juga bisa dijumpai di rumah makan yang ada di Aceh.

Gulee Sie Kameng ini juga dikenal dengan Kuah Beulangong. Berbahan dasar daging kambing, dilengkapi dengan nangka muda, pisang kepok, dan bumbu yang penuh dengan rempah khas Aceh, yang membuat Gulee Sie Kameng ini khas aromanya, empuk dagingnya dan nikmat rasanya.

Menu yang satu ini akan semakin nikmat apabila disantap saat masih panas.

4. Kuah Sie Itek

makanan khas aceh yang enak

Masakan khas Aceh memang terkenal dengan kuah dan bumbu-bumbu rempahnya yang enak. Termasuk masakan yang satu ini, Kuah sie Itek. Makanan yang berbahan dasar daging Itik atau Bebek ini menjadi salah satu yang sangat di idolakan masyarakat Aceh.

Dengan bumbunya yang khas dan cara masak yang membuat daging itik nya tidak amis, menjadikan masakan gulai yang berasal dari daerah Bireun ini banyak dicari oleh para pecinta kuliner yang berkunjung ke Aceh.

Kuah Sie itek juga umumnya hadir dalam dua varian, yaitu: masak merah dan masak putih. Sie itek masak merah memang kuahnya berwarna merah, karena salah satu bumbu utamanya adalah cabe merah.

Sedangkan sie itek masak putih lebih mirip masakan opor di Jawa, berwarna pucat, dan tidak pedas. Sebagian orang menyebut sie itek masak putih ini dengan sebutan masak kurma. Padahal, masakan ini sama sekali tidak memakai kurma sebagai bahan maupun bumbu.

Yuk, baca juga :

5. Ungkot Masam Keu-eung

macam-macam makanan dari aceh

Aceh sangat terkenal dengan ciri khas masakannya yang penuh dengan rasa, salah satunya adalah masakan pedas. Seperti “Ungkot Masam Keu-eung” misalnya, yang dalam bahasa Indonesia berarti “Ikan Asam Pedas”.

Mengapa dinamakan demikian? Karena makanan ini berbahan dasar “Asam Sunti”, yaitu belimbing wuluh yang dikeringkan, lalu diolah dengan ikan hasil laut (bisa juga dengan ikan air tawar).

Membuat masakan ini berasa asam campur pedas gimana gitu. Yang pasti dijamin enak dan akan membuat kamu ketagihan.

6. Sie Reuboh

makanan khas aceh

Kuliner warisan Aceh Besar ini bernama Sie Reuboh atau berarti daging rebus.

Namun, kuliner ini ternyata bukan sekedar daging yang direbus, sebab Sie Ruboh sudah diwariskan turun temurun dan mampu bertahan hingga satu bulan.

Sie Ruboh dibuat dari gumpalan daging beserta gapah atau gajih yang dibumbui garam, cabai merah, cabe kering, cabe rawit, dan kunyit.

Bahan-bahan tersebut lalu direbus setelah airnya mengering lalu dibiarkan selama satu malam di dalam belanga.

Esoknya lalu dipanaskan hingga lemaknya meleleh dan ditambahkan cuka dari enau bersama air sampai dagingnya empuk.

Sie Reuboh bisa dibeli di warung makan atau restoran khas Aceh seharga Rp35.000 – Rp40.000/porsi.

7. Eungkot Keumamah

macam-macam makanan dari aceh

Hidangan ini mungkin terdengar asing bagi di telinga sebagian besar orang, namun tidak bagi masayarakat Aceh.

Eungkot Keumamah, hidangan berbahan dasar ikan tuna ini sangat populer di Aceh.

Eungkot Keumamah berarti ikan kayu dalam bahasa Aceh, hal ini dikarenakan tekstur ikan pada hidangan ini sangat keras layaknya kayu.

Tekstur tersebut dihasilkan dari pengolahan ikan tuna yang direbus dan dikeringkan kemudian diiris-iris jadi menyerupai kayu.

Lalu biasanya dimasak dengan santan, kentang, cabai, dan rempah. Eungkot Keumamah bisa dibeli di restoran khas atau oleh-oleh khas Aceh seharga Rp20.000 – Rp25.000/pack.

8. Eungkot Paya

makanan & oleh-oleh khas aceh

Masakan khas Aceh yang juga berbahan dasar ikan adalah Eungkot Paya.

Namanya berasal dari bahasa Aceh yang berarti ikan payau dalam bahasa Indonesia.

Ikan yang digunakan memang yang biasanya hidup di sungai atau rawa-rawa air tawar, Umumnya yaitu ikan gabus atau dalam bahasa Aceh disebut eungkot bache.

Ada pula yang menggunakan ikan lele atau seungkoe.

Eeungkot Paya memiliki rasa yang asam dan kaya rempah apalagi jika dimasak dengan bumbu asli turunan indatu ditambah santan pekat yang segar.

Eungkot Paya bisa dibeli di warung makan atau Pasar Cot Keueng Aceh seharga Rp10.000 – Rp15.000/porsi.

9. Sate Matang

macam-macam makanan dari aceh

Matang dalam nama hidangan Sate Matang bukan berarti sudah masak.

Nama ini diambil dari sebuah tempat di Aceh yaitu Kota Matang Geuleumpang Dua, Kabupaten Bireun.

Konon dari sinilah awal mula Sate Matang diperkenalkan oleh penjualnya.

Setelah itu sejak tahun 90-an Sate Matang lalu menjadi terkenal tidak hanya di Aceh.

Keunikan dari Sate Matang terletak pad acara penyajiannya, dimana disajikan dengan bumbu kacang serta nasi dan kuah soto.

Dalam kuah soto terdapat kentang dan daging, rasanya pun lezat dan gurih.

Sate Matang bisa dibeli di daerah REX atau Peunayong di Aceh seharga kisaran Rp20.000 – Rp25.000/porsi.

10. Ayam Tangkap

kuliner khas aceh

Masakan khas Aceh ini bernama Ayam Tangkap yang terbuat dari ayam dan rempah-rempah khas.

Ayam Tangkap sudah sejak lama menjadi bagian dari budaya kuliner khas masyarakat Aceh.

Di beberapa tempat, masakan ini juga biasa disebut dengan nama Ayam Tsunami karena disajikan dengan bertebaran di atas piring dan tidak teratur seperti setelah bencana tsunami.

Ayam Tangkap memang disajikan dengan dedaunan yang menutupi ayam sehingga terlihat bahwa ayam sengaja diletakkan di bawah dedaunan.

Ayam Tangkap bisa dibeli di RM Aceh Rayeuk atau RM Cut Dek Aceh seharga Rp60.000 – Rp70.000/ekor.

11. Kuwah Beulangong

makanan khas aceh

Sajian kuliner bernama Kuwah Beulangong ini memiliki daya tarik tersendiri.

Sejak dulu hingga kini Kuwah Beulangong selalu diminati oleh masyarakat Aceh terutama di kawasan Aceh Besar.

Kuwah Beulangong mendapatkan namanya dari proses memasak yang menggunakan belanga atau kuali besar yang oleh masyarakat Aceh disebut beulangong.

Biasanya dalam satu kuali besar ini mampu menampung hingga lebih dari 200 porsi. Selain itu, uniknya lagi kuliner khas Aceh ini sesuai tradisi hanya boleh dimasak oleh para pria.

Kuwah Beulangong bisa dibeli di Ulee Kareng atau Peunayong Aceh seharga Rp35.000 – Rp40.000/porsi.

12. Tasak Telu

kuliner khas aceh

Masakan khas dari daerah Tanoh Alas atau Aceh Tenggara ini dinamakan Tasak Telu. Tasak berarti memasak dan telu dalam bahasa Alas berarti tiga.

Jadi, Tasak Telu adalah masakan dengan tiga jenis. Hal ini dikarenakan dulunya bumbu masak yang ada dalam Tasak Telu hanyalah tiga jenis saja yaitu, cabe rawit, batang serai, dan bawang merah.

Tasak Telu sebenarnya juga merupakan masakan khas suku Karo, Sumut. Bedanya jika di tanah Karo menggunakan daging ayam kampung, di tanah Alas memakai daging bebek.

Tasak Telu bisa dibeli di Lesehan Mbak Pia atau restoran khas masakan Aceh seharga Rp10.000 – Rp15.000/porsi.

13. Bubur Kanji Rumbi

makanan khas aceh

Panganan warisan leluhur khas Aceh bercita rasa gurih dan lezat ini bernama Bubur Kanji Rumbi.

Selain lezat, ternyata kuliner ini juga menyehatkan dan bisa menghangatkan perut.

Bubur Kanjir Rumbi ini banyak dipengaruhi oleh budaya kuliner India terutama dari rempah-rempah yang digunakan. Misalnya adalah penggunaan kapulaga dan minyak samin pada Bubur Kanji Rumbi.

Kuliner ini juga biasanya rama dijajakan dan disajikan selama bulan puasa di masjid-masjid.

Selain itu, kebanyakan juga diamasak oleh pria dalam porsi besar.

Bubur Kanji Rumbi bisa dibeli di Bubur Jagung atau Ulee Kareng Aceh seharga Rp8.000 – Rp13.000/porsi.

14. Martabak Aceh

makanan khas aceh

Martabak gurih khas Negeri Serambi Makkah ini memiliki bentuk layaknya martabak dan sekilas mirip dengan telur dadar pada umumnya.

Namun, pembuatannya sedikit berbeda dari martabak telur pada biasanya. Hal ini terutama karena kocokan telur yang digunakan untuk membungkus kulit Martabak Aceh.

Awalnya Martabak Aceh dibuat dengan menggoreng kulit martabak terlebih dahulu berbentuk persegi empat mirip pembuatan roti canai.

Lalu, kulit martabak dilumuri kocokan telur dan bumbu kemudian digoreng layaknya membuat omelet.

Martabak Aceh bisa dibeli di REX atau Peunayong di Aceh seharga kisaran Rp7.000 – Rp10.000/porsi.

15. Rujak Aceh

makanan khas aceh yang enak

Rujak Aceh banyak ditemukan di semua wilayah Aceh bahkan hingga pelosok-pelosok desa.

Meskipun sama-sama terbuat dari cincangan beragam buah-buahan namun Rujak Aceh memiliki rasa manis dan asam yang khas.

Selain itu buah-buahan yang digunakan dalam Rujak Aceh juga khas, seperti buah rumbia dan pisang batu putik.

Buah inilah yang menjadikan mitos tentang Rujak Aceh sebagai penangkal sakit perut.

Selain itu bahan lain yang digunakan seperti buah kumbang, ketela, singkong, jambu, dengan tambahan bumbu dan cabai.

Rujak Aceh bisa dibeli di belakang Masjid Raya Baitturahman Aceh seharga Rp5.000 – Rp15.000/porsi.

16. Kue Adee

makanan khas aceh

Kue Adee adalah kue khas Aceh yang banyak dijual sebagai oleh-oleh di sekitaran Banda Aceh.

Kue sejenis Bikang ini terkenal akan cita rasanya yang legit sehingga disukai oleh beragam kalangan.

Kue Adee memiliki dua varian, yaitu Kue Adee tepung yang berbahan dasar tepung terigu dan Kue Adee ubi yang berbahan dasar singkong.

Selain itu bahan lain yang umumnya digunakan adalah santan, gula, telur, serta air pandan.

Pembuatan Kue Adee juga cukup sederhana, yakni dengan mencampur semua bahan pada loyang kemudian dioven.

Kue Adee bisa dibeli di Toko Kak Nah atau toko oleh-oleh khas Aceh seharga Rp20.000 – Rp30.000/pack.

17. Kue Timphan

kuliner khas aceh

Kue basah tradisional yang berasal dari Aceh ini terbuat dari ketan dan pisang raja.

Selain itu biasanya juga memiliki varian isi seperti parutan kelapa atau srikaya.

Perpaduan dari bahan-bahan tersebut yang membuat rasa dari Kue Timphan ini terasa manis dan gurih yang khas.

Kue Timphan juga memiliki tekstur yang halus, terutama karena jenis pisang yang digunakan adalah pisang raja.

Sementara itu, Kue Timphan juga disajikan dengan menggunakan bungkus daun pisang, alhasil aromanya pun terasa kuat dan digemari oleh semua orang.

Kue Timphan bisa dibeli di pasar tradisional atau toko oleh-oleh khas Aceh seharga Rp3.000 – Rp5.000/buah.

18. Kue Bhoi

macam-macam makanan dari aceh

Kue bolu dengan bentuk bervariasi khas Aceh ini bernama Kue Bhoi.

Bentuk dari Kue Bhoi memang sangat beragam seperti bentuk ikan, bunga, bintang, dan lainnya.

Kue Bhoi memiliki tekstur lembut dengan bagian luar yang agak kering dan bagian dalam yang lembut.

Kue Bhoi dibuat dengan bahan baku yang terbilang sederhana, yakni tepung terigu, telur, dan gula dengan perbandingan satu berbanding satu ketiga bahan tersebut.

Selain itu cetakan untuk Kue Bhoi juga dibuat khusus dari kuningan agar adonan tidak lengket saat dipanggang.

Kue Bhoi bisa dibeli di Pasar Aceh dan Pasar Seutui seharga kisaran Rp1.000 – Rp2.000/buah.

19. Manisan Pala

makanan khas aceh yang enak

Oleh-oleh khas dari daerah Aceh Selatan ini adalah manisan buah pala.

Kabupaten Aceh Selatan memang terkenal banyak terdapat pohon pala yang tumbuh subur.

Alhasil masyarakat setempat selain mengambil bijinya, akhirnya memanfaatkan pula buah pala untuk dijadikan manisan.

Manisan Pala ini kemudian diolah dengan berbagai macam cara, ada yang kering dan ada pula yang basah.

Selain itu Manisan Pala juga memiliki beragam bentuk potongan, seperti model cincang korek api atau bunga.

Manisan Pala memiliki rasa khas pedas manis. Manisan Pala bisa dibeli di toko oleh-oleh khas Aceh seharga kisaran Rp5.000 – Rp10.000/pack.

20. Boh Rom-Rom

makanan khas aceh yang enak

Boh Rom-Rom atau Bohromrom adalah kudapan sejenis onde-onde khas Aceh yang biasa ada saat bulan puasa.

Tekstur dari Boh Rom-Rom agak kenyal dengan cita rasa yang manis.

Boh Rom-Rom dibuat dengan cara yang terbilang mudah. Bahan utamanya adalah tepung ketan yang dicampur garam dan sedikit sari daun pandan.

Setelah adonan jadi kemudian dibentuk bola-bola seukuran telur puyuh, lalu diisi dengan gula pasir atau potongan gula aren di bagian tengahnya.

Boh Rom-Rom kemudian direbus dan lebih nikmat disantap hangat.

Boh Rom-Rom bisa dibeli di pedagang kaki lima di sekitar Aceh seharga Rp6.000 – Rp8.000/porsi.

21. Meuseukat

makanan khas aceh

Makanan khas Aceh bercita rasa manis yang lembut ini sebenarnya adalah sejenis dodol.

Meuseukat namanya, makanan ini terbuat dari buah nanas sehingga seringkali disebut pula dengan nama dodol nanas.

Sementara itu warna putih satu-satunya yang ada di Meuseukat dihasilkan dari tepung terigu. Adapun berwarna kuning karena buah nanas yang dicampur ke dalam adonan.

Mesueukat ternyata memiliki filosofi bagi masyarakat Aceh yaitu berupa kejernihan hati saat menyambut tamu.

Oleh sebab itu, makanan ini hanya tersaji saat tertentu saja.

Meseukat bisa dibeli di toko oleh-oleh khas Aceh seharga kisaran Rp30.000 – Rp40.000/pack.

Tinggalkan komentar